Riauterkini-BENGKALIS – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sempat melanda sejumlah desa di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, beberapa pekan lalu, kini dipastikan telah padam total. Petugas gabungan yang sebelumnya berjibaku lebih dari dua pekan melakukan pengendalian dan upaya pemadaman juga telah ditarik dari lokasi.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Camat Bantan, Aulia Fikri, pada Senin (13/4/26) siang. Ia menyebutkan bahwa api berhasil dipadamkan secara menyeluruh sejak tiga hari terakhir.
“Secara menyeluruh di wilayah Kecamatan Bantan, berdasarkan laporan BPBD yang kami terima, total lahan yang terbakar mencapai sekitar 100 hektare,” ungkap Aulia.
Ia menjelaskan, khusus di Kecamatan Bantan area terdampak Karhutla tersebar di beberapa desa, di antaranya Desa Teluk Lancar, Kembung Luar, Kembung Baru, dan Muntai Barat.
Meski kondisi sudah terkendali, pihak kecamatan tetap menginstruksikan Masyarakat Peduli Bencana (MPB) untuk melakukan patroli rutin di titik-titik rawan guna mengantisipasi munculnya api baru.
“Kami tetap mengarahkan MPB untuk melakukan patroli di lokasi bekas terbakar, memastikan tidak ada lagi titik api yang muncul kembali,” jelasnya.
Selain itu, pihak kecamatan juga telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bengkalis terkait langkah pemulihan pasca kebakaran, termasuk upaya pencegahan ke depan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Bengkalis terkait langkah pemulihan lahan pasca terbakar, dan saat ini masih menunggu arahan lebih lanjut,” terangnya.
Sebagai langkah antisipasi, Aulia juga mengusulkan pembangunan embung air di wilayah rawan karhutla guna menjamin ketersediaan air saat terjadi kebakaran di masa mendatang.
“Terutama di daerah rawan, sehingga ketika terjadi kebakaran kembali, ketersediaan air sudah siap melalui embung yang dibangun,” tambahnya.
Dari sisi kesehatan masyarakat, ia memastikan tidak ada dampak signifikan yang dirasakan warga akibat karhutla tersebut.
“Tidak ada masyarakat yang terdampak signifikan terhadap kesehatan. Namun jika ada keluhan, kami imbau agar segera mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau agar seluruh pihak, termasuk MPB, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta stakeholder lainnya, tetap bersinergi dalam melakukan patroli dan pengawasan, meskipun saat ini curah hujan masih cukup tinggi.
“Alhamdulillah, kondisi lahan bekas terbakar saat ini masih lembab akibat hujan yang turun beberapa hari terakhir. Namun patroli harus tetap dilakukan untuk memastikan api tidak muncul kembali,” tuturnya.***(dik)
Foto : Petugas lakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di Kecamatan Bantan beberapa waktu lalu.