Riauterkini-PEKANBARU-Setelah diselenggarakan selama dua hari dari tanggal 6 dan 7 Juni lalu, event balapan Astra Honda Dream Cup (AHDC) 2026 Regional Riau resmi ditutup. Dari 163 starter pembalap yang saling adu kencang di lintasan balapan, empat pembalap mampu mendominasi pacuan kuda besi tersebut setelah sama-sama meraih dua kali podium 1 di Sirkuit Sport Center Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau.
Empat pembalap tersebut itu yakni Bima Aji Prasetio, pembalap asal Sumatera Barat. Kemudian Ahmad Firli pembalap asal Riau, Abdul Malik pembalap asal Aceh dan Alfarezy pembalap asal Riau.
Pembalap asal Sumatera Barat, Bima Aji Prasetio membuktikan dirinya sebagai yang tercepat di lintasan setelah dua kali meraih podium 1 di kelas Matic TU S/D 131CC Open dan di kelas Matic STD S/D 131CC Open. Pembalap tuan rumah pun tak mau kalah. Hal itu dibuktikan oleh Ahmad Firli yang juga sukses dua kali menaiki podium 1. Ahmad Firli mampu menaklukkan pembalap lainnya ketika adu cepat di kelas Matic STD S/D 131CC Pemula U-23 Open dan Matic STD S/D 116CC Pemula U-23 Lokal Riau.
Tak hanya Ahmad Firli, satu pembalap asal Riau lain, Alfarezy pun turut menunjukkan eksistensinya sebagai pembalap tercepat setelah memenangi dua kali podium 1, yaitu di kelas Matic STD S/D 116CC Pemula U-23 Open dan Vario STD 160CC Pemula U-23 Lokal Riau. Selain Sumbar dan Riau, pembalap asal Aceh, Abdul Malik juga tak kalah hebat dengan menorehkan dua kali podium 1. Abdul Malik sukses menjuarai balapan di kelas Sonic/GTR 150CC Open dan Vario STD 160CC Open.
Koordinator Brand Activation Department PT Astra Honda Motor (AHM), Alexander Albert Agusta menuturkan, event AHDC 2026 sendiri memang merupakan wadah untuk mencari talenta muda dan riders berbakat. Dia pun menilai semua pembalap dari setiap region, di Indonesia, termasuk Riau, mempunyai potensi yang tentu tak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi jika terus dilatih dan diasah di kompetisi yang sesungguhnya, salah satunya dalam event balapan AHDC 2026.
"Kita akan terus mencari talenta-talenta muda berbakat dari berbagai wilayah di Indonesia. Semua pembalap punya potensi, begitu juga di Regional Riau. Jadi jangan pernah merasa (kemampuan) kita kecil. Ketika join di kompetesi yang sesungguhnya, maka kemampuan sesungguhnya itu pasti terlihat," ujarnya, Ahad (07/06/26) kemarin.
Dia menjelaskan, pada prinsipnya, AHM juga selalu menyediakan pembinaan untuk para pembalap berbakat Tanah Air. Bahkan tak tertutup kemungkinan, pembalap yang awalnya hanya tampil di level regional, nantinya bisa semakin mengembangkan skillnya dan berkiprah di level nasional dan internasional
"Harapannya, event-event seperti ini bisa menjadi pengembangan skill bagi setiap riders. Meningkatkan skill, meningkatkan mainset. Kita pasti support ekosistemnya, kita support eventnya. Gak hanya di level regional, tapi sampai level internasional," tutupnya.***(gas)